Minggu, 30 Agustus 2009

Pujaan Hati

"Hari ini pun terasa sangat menyenangkan bagiku. Karena aku dapat melihat pujaan hatiku tersenyum dengan gembiranya. Walaupun hanya sekedar melihat aku merasa sangat senang. Tapi saat yang menyenangkan pun hilang ketika seseorang datang. Dan itu sangat mengganggu pandangan ku untuk menatapnya lagi."

"Mentang-mentang pacarnya dia seenaknya saja datang menghampirinya,"batinku kesal. Walaupun begitu aku tak dapat memungkiri bahwa cewek itu memang cantik dan memang pantas untuk menjadi pacarnya."

"Keesokan harinya, aku merasa sedih karena tak dapat melihat senyum dari pujaan hatiku. Entah kenapa dia terlihat murung hari ini. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Tapi sayangnya pacarnya duluan menghapirinya dan itu membuat keberanian ku hilang."

"Tiba-tiba guru olahraga memanggilku. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku merasa pujaan hatiku memandangiku ketika guru olahraga menyebut namaku. Oh, mungkin itu hanya khayalan ku,"pikirku."

"Ketika pulang aku merasakan untuk ke dua kalinya bahwa pujaan hatiku sedang memandangku. Untuk memastikannya aku melihat ke arahnya. Dan itu ternyata benar dia sedang memandangku. Oh! my God jantungku berdegup kencang ketika dia tersenyum ke arahku. Aku pun langsung membalas senyumannya dengan semanis mungkin tapi sayangnya aku tak pernah senyum jadi senyuman ku tak pernah manis. Tapi aku pun berusaha untuk tersenyum manis walaupun itu menyakitkan buatku."

"Hari itu merupakan saat terindah bagiku untuk melihatnya tersenyum kepadaku. Aku harap dia dapat tersenyum lagi untukku."

"Hari esoknya di sekolah. Aku mendengar bahwa pujaan hatiku itu putus dengan pacarnya. Dan itu sangat membuatku bahagia dan sedih. Aku tak menyangka dia putus dengan pacarnya yang cantik itu. Tapi itu merupakan jalan bagiku untuk mendekatinya."

"Aku pun langsung masuk ke kelas dan ingin menyapa pujaan hatiku. Tapi sayangnya aku melihat ada cewek lain yang sedang bicara dengannya dan itu membuat ku hatiku sakit dan mengurungkan niatku untuk menyapanya. Hari itu merupakan hari yang sangat menyakitkan buatku."

"Esoknya aku berusaha melupakan pujaan hatiku dan tak ingin berharap bahwa dia juga menyukaiku. Aku berusaha tidak mendengar suaranya dan tidak memandangnya lagi. Walaupun itu semua sangat menyakitkan untukku."

"Waktu terus berjalan shingga aku tak sadar kalau pelajaran telah usai. Dan suasana sekolah pun telah sepi. Aku pun langsung bergegas pulang, tapi tak sengaja aku melihat pujaan hatiku berciuman dengan cewek yang tak lain adalah cewek yang kemarin ku lihat mengobrol dengannya. Aku langsung berlari sambil menitikkan air mata dan berpikir aku harus berusaha melupakan cowok itu dan menganggap masih banyak cowok lain yang lebih baik dari dia."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar