Minggu, 13 Desember 2009

Meremehkan Dosa

Huft..
aku posting ini supaya aku dan kalian smua sadar betapa susahnya kalo MEREMEHKAN DOSA
silahkan baca


Sering melakukan perbuatan dosa, akan melemahkan perasaan. Ia menganggap dosa besar sbg dosa kecil.
Anas radiyallahu’anhu mengatakan,”Sungguh, kalian melakukan suatu perbuatan, yg dimata kalian itu lebih kecil dari sehelai rambut. Tapi, pd masa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam kami menganggapnya sbg suatu dosa yg akan membinasakan.”
Ibnu Mas’ud radiyallahu’anhu berkata,”Sungguh, orang mukmin itu melihat dosa2nya seakan dirinya berada dikaki gunung, ia takut kalau-kalau gunung itu menimpanya. Sedangkan orang fajita melihat dosa2nya spt lalat yg hinggap di hidungnya, lalu berkata,’Hanya segini?’
Skala perbandingan antara meremehkan dosa & m’jaga diri dr dosa adl relative. Jika iman & takwa kuat, maka para hamba akan menghormati perintah2 Allah dg cara b’usaha tuk segera melaksanakannya. Mereka jg akan m’hormati larangan Allah, sehingga mereka berhati-hati & b’usaha m’jd org yg paling jauh dari larangan-Nya. Allah Berfirman :
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa yg mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dr ketakwaan hati.” (Al-Hajj:32)
Dalam ayat lain disebutkan :
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa yg mengagungkan apa-apa yg terhormat di sisi Allah, maka itu adl lbh baik baginya di sisi Rabb-Nya…..”(Al-Hajj:30)
Allah ‘azza wa jalla mencela para sahabat yg menyebarluaska kabar dusta (hadist al-ifki). Allah berfirman :
“Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakana dgn mulutmu apa yg tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya sesuatu yg ringan saja. Padahal di sisi Allah adl besar.”(An-Nuur:15)
Seorang mukmin akan menganggap besar hal-hal yg menyelisihi perintah Allah, sehingga ia akan menjauhinya. Ia jg tdk akan mengangggap remeh suatu p’buatan baik. Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Jangan menganggap remeh sedikit pun dari perbuatan makruf. Meskipun hanya dgn menemui saudaramu dgn wajah ceria.”(HR. Muslim)

Wallahu’alam Bish Showab…………….

Template Baru

Yeiii..
Akhirnya bisa ganti template blog juga trus ganti bentuk cursor blog juga
hehehe

Senang sangat atau sangat senang

ya sudahlah itu gak usah dipikirin
hohoho

Rabu, 02 September 2009

Smile...?!

"Gara-gara tidak bisa tersenyum. Aku terus menghindari yang namanya kamera. Sebenarnya aku juga ingin berfoto tapi wajahku ini kagak bisa menebarkan senyuman manis. Jadi jika teman" ku menyuruhku foto bareng aku pasti menolak. Dan yang paling ku jengkelkan adalah bila gw harus harus foto sekolah. Gw ingin menghindar tapi sayangnya kagak bisa karena itu sudah kewajiban setiap murid."

"Karena tidak bisa tersenyum jadi aku hanya mempunyai teman sedikit, tetapi...

Kecuali di dunia maya.

"Kalau di dunia maya aku bisa sharing dengan orang yang sebelumnya tak ku kenal. Apa lagi gw tak perlu menunjukkan wajah gw. Jadi hanya dengan memasang emotion itu sudah cukup untuk mewakili perasaanku."

Minggu, 30 Agustus 2009

Pujaan Hati

"Hari ini pun terasa sangat menyenangkan bagiku. Karena aku dapat melihat pujaan hatiku tersenyum dengan gembiranya. Walaupun hanya sekedar melihat aku merasa sangat senang. Tapi saat yang menyenangkan pun hilang ketika seseorang datang. Dan itu sangat mengganggu pandangan ku untuk menatapnya lagi."

"Mentang-mentang pacarnya dia seenaknya saja datang menghampirinya,"batinku kesal. Walaupun begitu aku tak dapat memungkiri bahwa cewek itu memang cantik dan memang pantas untuk menjadi pacarnya."

"Keesokan harinya, aku merasa sedih karena tak dapat melihat senyum dari pujaan hatiku. Entah kenapa dia terlihat murung hari ini. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Tapi sayangnya pacarnya duluan menghapirinya dan itu membuat keberanian ku hilang."

"Tiba-tiba guru olahraga memanggilku. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku merasa pujaan hatiku memandangiku ketika guru olahraga menyebut namaku. Oh, mungkin itu hanya khayalan ku,"pikirku."

"Ketika pulang aku merasakan untuk ke dua kalinya bahwa pujaan hatiku sedang memandangku. Untuk memastikannya aku melihat ke arahnya. Dan itu ternyata benar dia sedang memandangku. Oh! my God jantungku berdegup kencang ketika dia tersenyum ke arahku. Aku pun langsung membalas senyumannya dengan semanis mungkin tapi sayangnya aku tak pernah senyum jadi senyuman ku tak pernah manis. Tapi aku pun berusaha untuk tersenyum manis walaupun itu menyakitkan buatku."

"Hari itu merupakan saat terindah bagiku untuk melihatnya tersenyum kepadaku. Aku harap dia dapat tersenyum lagi untukku."

"Hari esoknya di sekolah. Aku mendengar bahwa pujaan hatiku itu putus dengan pacarnya. Dan itu sangat membuatku bahagia dan sedih. Aku tak menyangka dia putus dengan pacarnya yang cantik itu. Tapi itu merupakan jalan bagiku untuk mendekatinya."

"Aku pun langsung masuk ke kelas dan ingin menyapa pujaan hatiku. Tapi sayangnya aku melihat ada cewek lain yang sedang bicara dengannya dan itu membuat ku hatiku sakit dan mengurungkan niatku untuk menyapanya. Hari itu merupakan hari yang sangat menyakitkan buatku."

"Esoknya aku berusaha melupakan pujaan hatiku dan tak ingin berharap bahwa dia juga menyukaiku. Aku berusaha tidak mendengar suaranya dan tidak memandangnya lagi. Walaupun itu semua sangat menyakitkan untukku."

"Waktu terus berjalan shingga aku tak sadar kalau pelajaran telah usai. Dan suasana sekolah pun telah sepi. Aku pun langsung bergegas pulang, tapi tak sengaja aku melihat pujaan hatiku berciuman dengan cewek yang tak lain adalah cewek yang kemarin ku lihat mengobrol dengannya. Aku langsung berlari sambil menitikkan air mata dan berpikir aku harus berusaha melupakan cowok itu dan menganggap masih banyak cowok lain yang lebih baik dari dia."